12/05/2021

9 Pelabuhan Terkenal yang Ada di Indonesia

9 min read

www.bombflow.com9 Pelabuhan Terkenal yang Ada di Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan, dan lingkungan geografisnya tidak mengherankan jika Indonesia memiliki banyak pelabuhan.

Inilah 9 pelabuhan terkenal milik Indonesia

  1. Pelabuhan Tanjung Priok

Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan tersibuk dan tercanggih di Indonesia, menangani lebih dari 50% kargo transshipment Indonesia. Pelabuhan tersebut terletak di Tanjung Priok, utara Jakarta, dan dioperasikan oleh PT Pelindo II milik negara Indonesia. Pelabuhan tersebut menangani kargo masing-masing sebesar 6,2 juta, 6,92 juta dan 7,8 juta TEUs pada tahun 2016, 2017 dan 2018, dengan total throughput sekitar 8 juta TEUs. Pelabuhan peti kemas menempati peringkat ke-22 tersibuk di dunia menurut 100 pelabuhan Lloyd (2019).

sejarah

Penyebutan awal Jakarta sebagai pemukiman pesisir dan pelabuhan dapat ditelusuri kembali ke abad keempat. Pada 39 M, Raja Purnawarman mendirikan Sunda Pura sebagai ibu kota negara yang terletak di pantai utara Jawa. Purnawarman meninggalkan tujuh batu peringatan yang terukir namanya, termasuk provinsi Banten dan Jawa Barat saat ini. Prasasti Tugu dianggap yang tertua.

Baca Juga: Wisata Terhits Di Nusa Tenggara Timur Yang Patut Anda Kunjungi

Setelah kekuasaan Tarumanagara melemah, seluruh wilayah termasuk Sunda Pura menjadi bagian dari Kerajaan Sunda. Nama kawasan pelabuhan adalah Sunda Kelapa, dan ditulis di atas naskah Hindu oleh seorang biksu di London, yang sekarang disimpan di Perpustakaan Bodleian di Universitas Oxford di Inggris dan bepergian dengan Pangeran Bujangga Manik. Pada abad ke-14, Sunda Kelapa menjadi pelabuhan perdagangan utama Arab Saudi. Armada Eropa pertama terdiri dari empat kapal Portugis dari Malaka, yang tiba di Portugal pada tahun 1513, ketika Portugis mencari cara untuk membuat bumbu, terutama lada hitam.

Hindia Belanda membutuhkan pelabuhan baru untuk menggantikan pelabuhan da da Klapa di barat, karena dibukanya Terusan Suez, pelabuhan tersebut terlalu kecil untuk meningkatkan lalu lintas. Pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok, Stasiun Kereta Api Tanjung Priuk dan fasilitas penunjang lainnya dimulai pada tahun 1877. Gubernur John William Van Lansberg (1875-1881) memulai pembangunan pelabuhan baru. Pelabuhan baru itu diberi nama Tandjong Priok. Guna mendukung fungsi pelabuhan baru tersebut, beberapa fasilitas didirikan, seperti Stasiun Tanjung Priuk (1914)

Pelabuhan tersebut merupakan bagian dari Jalur Sutra Maritim, yang membentang dari pantai Cina melalui Terusan Suez ke Mediterania, dan kemudian ke wilayah Adriatik atas Trieste, dan memiliki jalur kereta api ke Eropa Tengah dan Timur.

  1. Pelabuhan Merak

Pelabuhan Merak adalah pelabuhan penyeberangan Pulau Merak di Kota Cilegon, Banten yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang dipisahkan oleh Pulau Sumatera (Selat Sunda /gunung Karakatau). Setiap hari, ratusan perjalanan feri melayani penumpang dan kendaraan yang berangkat dari dan ke Sumatera melalui pelabuhan Bakauheni di Lampung.

Jumlah rata-rata penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Merak kurang lebih 50.000 penumpang dan 10.000 mobil per hari. Ukuran minimal kapal di Pelabuhan Merak adalah 5000 GT dan kecepatan minimal 15 knot. Rata-rata waktu tempuh kapal ferry antara Merak-Bakauheni dan sebaliknya kurang lebih 120 menit atau 2 jam.

Terminal Eksekutif Merak

Terminal Eksekutif Sosoro disahkan oleh Presiden Joko Widodo diwaktu kunjungan kerjanya ke Lampung pada tanggal 8 Maret tahun 2019. Ujar sosoro berawal dari nama bagian inti bangunan rumah adat suku Baduy sebagai lokasi bersantai& bermusyawarah.

terminal berada di sebelah terminal Merak yang tidak sama dengan terminal biasa. Guna merekrut tiket, penumpang dengan berlangsung kaki atau naik kendaraan bermotor terpaksa bermain sejenak dari bus sebelum menembus terminal ke lantai kedua. Kamu tak bisa mengusung uang tunai guna merekrut tiket, cuma uang elektronik. PT ASDP Indonesia Ferries saat ini meluncurkan pemesanan tiket online melewati aplikasi Ferizy guna mempermudah rekrutan tiket& memperkirakan jumlah penumpang di area parkir.

  1. Pelabuhan Tanjung Perak

Pelabuhan Tanjung Perak adalah sebuah pelabuhan yang terletak di Surabaya, Jawa Timur. Secara administratif, Pelabuhan Tanjung Perak  termasuk dalam wilayah di Kecamatan Perak Timur Kecamatan Cantian Pabean Kota Surabaya. Ada juga terminal kontainer di pelabuhan ini. Tanjung Perak adalah pelabuhan terbesar dan tersibuk kedua di Indonesia, kedua setelah pelabuhan Tanjung Priok, juga merupakan pusat perdagangan Indonesia bagian timur. Pelabuhan Tanjung Perak merupakan kantor pusat PT. (Perezro) Perabhan Indonesia III.

Di sebelah pelabuhan Tanjung Perak adalah Pelabuhan Ujung, yang merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Pelabuhan Kamal di Bangkalan, Madura.

Sejarah

Tanjung Perak merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia yang merupakan pengumpul dan distributor barang yang masuk dan keluar wilayah timur Indonesia (termasuk Jawa Timur). Lokasi Tanjung Perak sangat strategis dan didukung oleh potensi hinterland atau hinterland yang juga merupakan pusat transportasi antar pulau di kawasan timur Indonesia.

Dulu, kapal laut memuat dan menurunkan kargo di Selat Madura, kemudian mengangkutnya melalui Sungai Kalimas dengan tongkang dan kapal ke Jembataan Merah (pelabuhan pertama saat itu) di jantung kota Surabaya.

Karena peningkatan volume perdagangan, peningkatan arus kargo dan peningkatan arus lalu lintas, fasilitas terminal Jembatan Merah pada akhirnya tidak mencukupi. Kemudian didirikan pada tahun 1875. W. de Jongth (W. de Jongth) menyusun rencana pembangunan pelabuhan Tanjung Perak (Tanjung Perak) untuk memberikan pelayanan bagi kapal-kapal pengangkut samudra sehingga dapat langsung bongkar muat tanpa melewati tongkang dan kapal. Namun rencana ini kemudian ditolak karena mahalnya biaya.

Pada abad ke-19, meskipun volume pengangkutan ke Jembatan Merah terus meningkat, tidak ada pembangunan fasilitas pelabuhan. Rencana pembangunan pelabuhan sekaligus disiapkan oleh Ir. W. de Jongth diabaikan.

Pada dekade pertama abad ke-20 Ir. W.B. Van Goor mengembangkan rencana yang lebih realistis, dengan menekankan perlunya kapal laut untuk berlabuh di tambatan. Dua orang ahli yaitu guru besar diperkenalkan dari Belanda. Dr. Krauss dan G.J. de Jong memberikan masukan tentang rencana pembangunan pelabuhan Tanjung Perak.

Pelabuhan Tanjung Perak mulai dibangun setelah tahun 1910. Selama proses konstruksi ditemukan banyak persyaratan untuk penggunaan peralatan kade / tambat yang tidak lengkap.

  1. Pelabuhan Tanjung Emas

Dermaga Tanjung Emas adalah pelabuhan Semarang di Jawa Tengah. Dermaga Tanjung Emas. Dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sejak tahun 1985. Pelabuhan ini merupakan satu-satunya pelabuhan di Kota Semarang. Naik motor / mobil menuju dermaga Tanjung Emas di Tugu Muda Semarang sekitar 5 kilometer atau sekitar 30 menit.

Sejarah 

Berdasar rekor sejarah, destinasi tersebut dibangun pada abad ke- 16. Destinasi Semarang dahulu berada di atas bukit Simongan( bukit Simongan), daerah tersebut sekarang disebut Gedong Batu, dimana ada Kelenteng Sam Po Kong.

Secara geologis, lokasi destinasi kuno Semarang jarang memberikan keuntungan. Banyaknya pasir& pendangkalan yang terus menerus mencatatkan sungai yang menghubungkan kota& destinasi tak bisa dipakai. Terlebih di muara sungai, sepotong pasir terbentuk, yang begitu menahan navigasi ke& dari kota. Guna menyembuhkan keadaan geologis yang jarang memberikan keuntungan dari kapal- kapal besar tersebut pada tahun 1868, sebagian perusahaan dagang menjalani pengerukan lumpur pertama kali. Berikutnya, dibangunlah kanal destinasi anyar yang dikenal Nieuwe Havenkanaal atau Kali Baroe pada tahun 1872. Melewati kanal ini, kapal bisa berlayar ke pusat kota guna bongkar muat baran.

Sesudah Kali Anyar dibangun, sekian kapal dari luar negeri, salah satunya adalah kapal uap& perahu layar, datang di Destinasi Semarang. Pada tahun 1910, Semarang merapat 985 kapal& 38 kapal layar. Mereka berasal dari banyak negara yakni Inggris, Belanda, Hindia Belanda, Jerman, Denmark, Jepang, Austria, Swedia, Norwegia& Perancis.

Di wilayah destinasi Tanjung Emas ada suatu Mercusuar yang dikenal Mercusuar Willem 3. Ada di wilayah destinasi Tanjung Emas termasuk satu- satunya mercusuar yang terdapat di Jawa Tengah. Berdasar prasasti yang terekam di gedung ini, gedung ini dibangun pada tahun 1884 oleh pemerintah kolonial Belanda dengan maksud menetapkan Semarang sebagai kota destinasi& bisnis yang saat itu termasuk sarana ekspor gula ke luar negeri. Destinasi Semarang dikembangkan oleh pemerintah kolonial guna infrastruktur ekspor hasil pertanian( terutama gula). Pada akhir abad ke- 19, Jawa sudah sebagai penghasil gula terbesar dua di dunia sesudah Kuba.

Baca Juga: 11 Tempat Wisata di Lombok Terindah Yang Wajib Anda Kunjungi

Walau telah terdapat pembahasan sarana destinasi Indonesia yang lain, destinasi Semarang masih sebatas sandar besar. Saat itu, kapal terbesar dengan draft= 5 m atau deadweight( Dwt)± 3. 500 ton bisa sandar/ sandar di dermaga Nusantara. Pada saat yang serupa, kapal dengan draft lebih dari 5 m terpaksa tetap merapat di destinasi atau dermaga lepas pantai dalam selisih± 3 mil dari dermaga. Mengingat itu disebut port REDE. Semenjak tahun 1970, arus kapal& kargo yang menyusul destinasi Semarang terus bertambah setiap tahunnya. Berdasar data 1970- 1983, rata- rata kenaikan tahunan volume barang yang berhembus melebihi 10%. Karena pembatasan sarana destinasi, layaknya kedalaman& lebar plot/ kolam yang tak mencukupi buat kapal laut guna menembus& keluar, pemerintah mengambil keputusan guna mengembangkan destinasi Semarang.

  1. Pelabuhan Ketapang 

Pelabuhan Ketapang adalah pelabuhan penyeberangan yang terletak di Desa Ketapang, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali melalui transportasi laut (Selat Bali). Pelabuhan bisa dicapai melalui Jalan Gatot Subroto. Pelabuhan Ketapang diselenggarakan dan dikelola oleh ASDP Indonesia Ferry. Pelabuhan ini dipilih oleh wisatawan yang ingin berwisata ke Bali melalui jalur darat. Ada ratusan perjalanan feri setiap hari antara Bali dan Bali melalui pelabuhan Gilimanuk Bali.

Waktu tempuh rata-rata dengan kapal ferry di Kedah-Gilimanuk dan sebaliknya sekitar 1 jam.

Sejarah

Desa Ketapang menempati wilayah yang cukup luas, wilayah pesisir merupakan pelabuhan dan kawasan industri, dan kawasan hutan lebih jauh ke barat merupakan gugusan perbukitan kapur. Saat melintasi jalur Pantura Banyuwangi-Situbondo, Anda akan melewati desa ini.

Area pelabuhan dibangun pada 1980-an ketika otoritas pelabuhan Indonesia Pelindo III menemukan bahwa lokasi akhir Tanjung Wangi lebih cocok untuk membangun pelabuhan besar daripada area pelabuhan Boom yang sangat dekat dengan pelabuhan Boom. Kota Banyuwangi. Selain Pelabuhan Tanjung Wanji (Pelabuhan Meneng), terdapat juga Pelabuhan Ketapang yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali dengan kapal ferry. Dengan adanya pelabuhan ini, beberapa pabrik dan gudang industri (seperti Bulusan dan Klatak) sudah mulai berdiri di pesisir desa Ketapang, seperti terminal aspal Bulusan dan Klatak, Bulog Pergudangan Ketapang I dan II, Semen. Gresik dan Djakarta Lloyd. Selain itu juga terdapat Banyuwangi Naval Base (Pangkalan Angkatan Laut) di kawasan ini.

Untuk menunjang keberadaan pelabuhan tersebut, dibangun sarana transportasi lain, seperti Stasiun Banyuwangi Baru dan Dermaga Sritanjung. Sementara itu, bagian barat desa dipenuhi pemukiman masyarakat dan gugusan hutan di perbukitan kapur. Banyak rumah telah dibangun di kawasan tersebut, seperti sekolah seperti SMPN 1 Kalipuro dan SMKN 1 Kalipuro.

Beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di desa ini adalah Gua Jepang, Pemandian Penawar dan Sunrise Villa (cocok untuk menyaksikan matahari terbit di pagi hari) dan Pantai Vadodore. Karena adanya destinasi wisata ini, selain alasan lain yang berkaitan dengan Bali, terdapat banyak hotel di desa ini, seperti Hotel Manyar, Hotel Pantai Banyuwangi, Hotel Wudododol dan beberapa hotel lainnya. Selain hotel, terdapat restoran dan kafe, seperti Grafika Restaurant, Watudodol Restaurant, Grilled Fish, Laggallus dan Green Diamond Cafe.

  1. pelabuhan Harbour Bay Batam

Pelabuhan Batam merupakan salah satu pelabuhan internasional Indonesia. Pelabuhan tersebut tidak hanya menyediakan rute feri domestik, tetapi juga rute internasional ke negara lain (seperti Singapura). Port bay port memiliki konsep yang menarik karena kawasan pelabuhan juga dirancang untuk keperluan pariwisata, bisnis dan belanja.

Ada pusat perbelanjaan di pelabuhan ini. Unik bukan? Pusat Perbelanjaan Harbour Bay yang masih berada di dalam pelabuhan merupakan kawasan perbelanjaan yang sangat lengkap. Pusat perbelanjaan ini memiliki banyak merk produk fashion ternama. Ada juga taman memasak di mana Anda dapat memesan berbagai menu gourmet dari makanan jalanan hingga menu restoran dan banyak wahana dan tempat hiburan.

  1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Sunda Kelapa adalah nama pelabuhan dan daerah sekitar Jakarta, Indonesia. Pelabuhan tersebut berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Walaupun Sunda Kelapa hanya nama salah satu pelabuhan di Jakarta, namun kawasan tersebut sangat penting karena desa-desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa merupakan perintis kota Jakarta.Hari tahun Jakarta ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Saat itu, nama asli Kalapa adalah pelabuhan Kerajaan Sunda, atau saat itu berganti nama menjadi Kerajaan Pajaharan. Ibukotanya terletak di Pakupajaharan (sekarang Kota Bogor) dan pernah diduduki oleh tentara Mark (Demak) dan Cirebon (Cirebon). Meski hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Klappa dimulai lebih awal, yaitu pada masa kerajaan Tarumanagara, pendahulu Pajajaran. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya di Sumatera.

Sejarah

Pelabuhan Kalapa telah dikenal luas sejak abad ke-12 dan merupakan pelabuhan terpenting Pajajaran saat itu. Kemudian saat Islam dan penjajah Eropa masuk, Kalapa bertempur antara Nusantara dan kerajaan Eropa. Akhirnya Belanda menguasainya selama lebih dari 300 tahun. Para penakluk ini mengganti nama pelabuhan Kalapa dan sekitarnya. Namun pada awal tahun 1970-an, nama kuno Kalapa kembali digunakan sebagai nama resmi pelabuhan tua ini berupa “Sunda Kelapa”.

  1. pelabuhan batam center

pelabuhan batam center adalah pelabuhan penyeberangan internasional publik yang terletak di pantai utara Pulau Batam di Provinsi Kepulauan Riau. Pelabuhan tersebut menghubungkan Kota Batam dengan HarbourFront di Singapura dan Stulang Laut dan Pasir Gudang di Baru, Johor, Malaysia.

sejarah

Sekitar 16 tahun lalu, PT. Synergy Tharada masih mengelola Pelabuhan Internasional Batuampar.

Yang pertama adalah PT. Synergy Tharada berharap bisa mengembangkan pelabuhan Batuampar dan menjadi pelabuhan kebanggaan khususnya di Batam.

Namun atas permintaan Ketua Otoritas Batam (Ismeth Abdullah), PT Synergy Tharada diharuskan menyelesaikan proyek pembangunan Terminal Feri Internasional Batam Central agar bisa dijadikan sebagai pusat operasi pelabuhan internasional Batam. keadaan stagnasi atau penghentian.

Menanggapi permintaan tersebut, PT Synergy Tharada akhirnya memenuhi persyaratan BP Batam yang ditandai dengan penandatanganan “Operation Cooperation Agreement” pada tahun 2002.

  1. Pelabuhan Soekarno-Hatta

Pelabuhan Makassar, juga dikenal sebagai Pelabuhan Soekarno-Hatta, adalah pelabuhan laut Makassar, Indonesia. Ini adalah wilayah dengan arus penumpang tertinggi di pelabuhan Indonesia, dan Sulawesi adalah volume kargo terbesar. Pemerintah Indonesia menganggapnya sebagai pelabuhan utama (pelabuhan kelas satu) bersama dengan Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Pelabuhan Tanjong Perak (Surabaya) dan Pelabuhan Belawan (Medan).

Pelabuhan ekspansi yang sedang dibangun, yang disebut Pelabuhan Baru Makassar, diharapkan dapat meningkatkan produksi sebesar 1,5 juta TEUs pada tahap pertama. Kementerian Perhubungan Indonesia berharap pelabuhan tersebut akan ditetapkan sebagai hub untuk wilayah timur Indonesia lainnya sesuai dengan rencana poros maritim pemerintah saat ini.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.